Reaksi-Reaksi Spesifik Pada Protein
Reaksi-Reaksi Spesifik Pada Protein
Kata protein berasal dari protos
atau proteos yang pertama atau utama. Protein merupakan komponen penting atau
komponen utama sel hewan atau manusia. oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein
yang terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan dan
pertumbuhan tubuh.
Protein adalah molekul penyusun tubuh kita yang
terbesar setelah air. Hal ini mengindikasikan pentingnya protein dalam menopang
seluruh proses kehidupan dalam tubuh. Dalam kenyataannya, memang kode genetik
yang tesimpan dalam rantaian DNA digunakan untuk membuat protein, kapan, dimana
dan seberapa banyak. Protein berfungsi
sebagai penyimpan dan pengantar seperti
hemoglobin yang memberikan warna merah pada sel darah merah kita,
bertugas mengikat oksigen dan membawanya ke bagian tubuh yang memerlukan.
Selain itu juga menjadi penyusun tubuh, "dari
ujung rambut sampai ujung kaki", misalnya keratin di rambut yang banyak
mengandung asam amino Cysteine sehingga menyebabkan bau yang khas bila rambut
terbakar karena banyaknya kandungan atom sulfur di dalamnya, sampai kepada
protein-protein penyusun otot kita seperti actin, myosin, titin, dsb. Kita
dapat membaca teks ini juga antara lain berkat protein yang bernama rhodopsin,
yaitu protein di dalam sel retina mata kita yang merubah photon cahaya menjadi
sinyal kimia untuk diteruskan ke otak. Masih banyak lagi fungsi protein seperti
hormon, antibodi dalam sistem kekebalan tubuh, dll.
Reaksi-reaksi untuk mengidentifikasi asam amino dan protein
antara lain:
a. Tes
Nitroprusida
Natrium nitroprusida dalam larutan amonia akan
menghasilkan warna merah dengan protein yang mempunyai gugus –SH bebas
(merkapto). Jadi, protein yang mengandung sistein akan memberikan hasil
positif. Gugus –S–S– pada sistein apabila direduksi terlebih dahulu dapat juga
memberikan hasil positif.
b. Reaksi sakaguci
Reaksi sakaguci dilakukan dengan
menggunakan pereaksi nafol dan natrium hipobromit. Pada dasarnya reaksi ini
dapat memberi hasil positif apabila ada gugus guanidin. Jadi arginin atau
protein yang mengandung arginin dapat menghasilkan warna merah.
c. Reaksi Xantoprotein
Larutan asam nitrat pekat
ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. Setelah dicampur terjadi
endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. Reaksi yang
terjadi adalah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein.
Jadi reaksi ini positif jika mengandung tirosin, fenil alanin dan triptofan.
d. Reaksi Hopkins-Cole
Triptofan dapat berkondensasi
dengan beberapa aldehida dengan bantuan asam kuat dan membentuk senyawa yang
berwarna. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direasikan dengan
pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. Reaksi Hopkins-Cole
memberi hasil positif khas untuk gugus indol dalam protein.
e. Reaksi
Millon
Pereaksi Millon adalah campuran larutan raksa (I)
nitrat dan raksa (II) nitrat dalam asam nitrat. Jika pereaksi Millon
ditambahkan ke dalam larutan protein, akan dihasilkan endapan putih yang dapat
berubah menjadi merah akibat pemanasan.
Tirosin memberikan hasil yang positif dengan tes
Millon karena mengandung gugus fenol.
Pereaksi ini positif untuk protein yang mengandung
asam amino dengan gugus samping senyawa fenol sebab terjadi reaksi antara
senyawa raksa (II) dengan gugus hidroksifenil membentuk senyawa berwarna.
Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif.
d. Reaksi
Biuret
Larutan protein memberikan hasil yang positif terhadap
pereaksi biuret. Tes Biuret dilakukan dengan cara menuangkan larutan natrium
hidroksida pekat ke dalam larutan protein. Kemudian, larutan CuSO4 ditambahkan
setetes demi setetes yang akan terbentuk warna ungu.
Ciri-ciri Molekul protein:
- Berat molekulnya cukup besar, dan dapat mencapai ribuan bahkan jutaan sehingga merupakan suatu makromolekul.
- Pada Umumnya terdiri dari 20 macam asam amino, asam amino tersebut berkaitan secara kovalen satu dengan yang lainnya dalam variasi urutan yang bermacam - macam membentuk suatu rantai polipeptida.
- Ikatan kimia lainnya menyebabkan terbentuknya lengkungan -lengkungan rantai polipeptida menjadi struktur tiga dimensi protein, sebagai contohnya yaitu ikatan hidrogen dan ikatan ion.
- Struktur tidak stabil terhadap beberapa faktor, antara lain, pH, radiasi, temperatur, dan pelarut organik.
- Umumya reaktif dan sangat
spesifik, disebabkan terdapatnya gugus samping yang reaktif dan susunan
khas struktur makromolekulnya.
Permasalahan:
1.
Sebutkan dan jelaskan gugus
samping yang terdapat pada protein!
2.
Jelaskan seberapa penting protein
itu, apa dampaknya jika berlebih?
3.
Sebutkan bentuk-bentuk protein di
kehidupan sehari-hari!
4.
Mengapa reaksi Hopkins-Cole
memerlukan bantuan asam kuat?
Saya akan mencoba menjawab permasalahan yang Anda tampilkan pada No.3
BalasHapusYaitu berdasarkan literatur yang saya baca contoh protein dalam kehidupan sehari-hari seperti daging, ikan, telur, susu, suku polong-polongan, tumbuhan berbiji.
baiklah saya akan menjawab pertanyaan no 2:
BalasHapusProtein merupakan molekul penyusun tubuh kita yang terbesar setelah air. Hal ini mengindikasikan pentingnya protein dalam menopang seluruh proses kehidupan dalam tubuh. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain diantaranya polinukleotida, polisakarida, lipid, dan yang merupakan penyusun utama dalam perkembangan makhluk hidup.
efek yang ditimbulkan apabila kelebihan adalah Kenaikan berat badan, Merusak ginjal
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kelebihan protein dapat merusak fungsi ginjal karena mengganggu kadar hormon yang berhubungan dengan fungsi ginjal. Terlebih bagi orang yang memang sudah memiliki gangguan ginjal, mengonsumsi protein dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan kondisi ginjalnya semakin buruk. Namun hal ini tidak berlaku untuk mereka yang memiliki ginjal yang normal., Risiko osteoporosis
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American of Clincal Nutrition diketahui jika konsumsi protein terlalu banyak dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Terlalu banyak konsumsi protein dapat membuat tubuh lebih mudah kehilangan kalsium, sehingga akhirnya memicu osteoporosis. Namun hal ini masih menjadi perdebatan.
saya akan menjawab permasalahan anda nomor 4 yaitu Mengapa reaksi Hopkins-Cole memerlukan bantuan asam kuat?
BalasHapuskarena, Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantuan asam kuat dan membentuk senyawa yang berwarna. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direasikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat.. Setelah dicampur dengan pereaksi Hopkins-Cole, asam sulfat dituangkan perlahan-lahan sehingga membentuk lapisan di bawah larutan protein. Beberapa saat kemudian akan terjadi cincin ungu pada batas antara kedua lapisan. Reaksi Hopkins-Cole memberi hasil positif khas untuk gugus indol dalam protein
Saya mencoba menjawab permasalahan 1.
BalasHapusSecara umum, pada asam amino sebuah atom C mengikat empat gugus yaitu:
Gugus karboksil, gugus amina, satu buah atom hydrogen dan satu gugus sisa (rantai samping, gugus –R).
Rantai samping pada asam amino (gugus –R) yang berbeda-beda pada asam amino menentukan struktur, ukuran, muatan elektrik dan sifat kelarutan dalam air.
Berdasarkan rantai sampingnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
–Dengan rantai samping alifatik (asam amino non polar) : Glisin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin.
–Dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil (OH), (asam amino polar) : Serin, Treonin, Tirosin.
–Dengan rantai samping yang mengandung atom sulfur (asam amino polar): Sistein dan metionin.
–Dengan rantai samping yang mengandung gugus asam atau amidanya(gugus R bermuatan negative) : Asam aspartat, Aspargin, Asam glutamate, Glutamin.
–Dengan rantai samping yang mengandung gugus basa (gugus R bermuatan positif): Arginin, lisin, Histidin
–Yang mengandung cincin aromatic : Histidin, Fenilalanin, Tirosin, Triptofan.
–Asam imino : Prolin.